Teknologi untuk Aplikasi Web

Pengembangan Teknologi Untuk Membangun Aplikasi Web

Wakhid Prasetya

Jurusan Teknik Informatika

Fakultas Teknik, Universitas Trunojoyo Madura

Jl. Raya Telang PO. BOX 2 Kamal – Bangkalan Madura 031.30.11146

Email : wakhidprasetya@gmail.com 

ABSTRACT

This paper focused on strengths and weaknesses of Ajax as a technique for implementing web applications. The goal is to motivate web application developers to use this technique in developing web applications by realizing its weaknesses. By using Ajax, gaps between desktop applications with interactive capability and convensional web applications which is not so responsive can be decreased. E-Learning Sains being a barrier for E-Learning is no longer true on today’s Internet. The current concerns are how to effectively annotate and organize available content to facilitate  effective  sharing,  reusability  and  customization for Sains Technologi.  In  this  paper,  we  explain  a  component-oriented approach to organize content in an ontology of Sains. The Web, previously only for a repository for text and images, is evolving into a provider of services. This system is a Web-based environment for the development the e-Learning courses and for the use of them by the students. This system enables the teachers to develop tutoring systems for any course. The system e-Learning prototype uses the ontology.

Keywords:  e-Learning, Ontology, Semantic We, Ajax

Paper tentang Teknologi untuk Aplikasi Web

Arsitektur Aplikasi Web

Perbedaan Pattern dan Framework

Pattern adalah solusi umum yang dapat digunakan kembali pada permasalahan umum yang sering terjadi pada software design. Design pattern bukan desain final yang dapat ditransformasikan secara langsung kedalam kode. Ini hanyalah deskripsi atau template untuk mengetahui bagaimana menyelesaikan permasalahan yang dapat digunakan pada berbagai macam situasi yang berbeda. Design pattern dari object-oriented secara tipikal menunjukkan hubungan dan interaksi antara kelas dan objek tanpa menspesifikasikan kelas atau objek dari aplikasi final yang terlibat didalamnya

Fremework adalah sekumpulan fungsi, class, dan aturan-aturan. Berbeda dengan library yang sifatnya untuk tujuan tertentu saja, framework bersifat menyeluruh mengatur bagaimana kita membangun aplikasi. Framework memungkinkan kita membangun aplikasi dengan lebih cepat karena sebagai developer kita akan lebih memfokuskan pada pokok permasalahan sedangkan hal-hal penunjang lainnya seperti koneksi database, form validation, GUI, dan security; umumnya telah disediakan oleh framework.

Beberapa fungsi Framework:

Baca lebih lanjut

3 Tingkatan Pemodelan dalam Aplikasi Web

  1. Content

Informasi dari sebuah aplikasi web. Pemodelan dari content ini biasanya untuk aplikasi web statis. Model content ini bertujuan untuk definisi dari struktur aplikasi web tersebut.

  1. Hypertext

Penstrukturan content ke dalam node-node dan link antar node. Model struktur hypertext hanya mereferensi content yang bersesuaian, dan hypertext ini juga salah satu sifat yang paling penting pada pemodelan Aplikasi Web.

  1. Presentation

Pemodelan yang berhubungan dengan user interface atau layout halaman (page).

Requirements Engineering for Web Application

Rekayasa Kebutuhan untuk Aplikasi Web

Rekayasa kebutuhan akan berdampak pada keberhasilan rekayasa web. Kebutuhan yang tidak lengkap akan menyebabkan kesulitan dalam membangun proyek web. Rekayasa web berkaitan dengan prinsip – prinsip, metode dan alat untuk memunculkan, menjelaskan, validasi dan kebutuhan pengelolaan. Dalam rekayasa web harus mengatasi kebutuhan yang tidak terduga karena pengaruh dari kegunaan dan kinerja dari web. Maka harus melakukan identifikasi yang berulang terhadap kebutuhan dan arsitektur sistem serta orientasi resiko.

Introduction

Kebutuhan itu mempunyai peranan penting dalam pengembangan aplikasi web, kebutuhan yang tidak dijelaskan dengan baik akan menimbulkan konsekuensi sistem yang rendah bahkan kegagalan arsitektur software yang tidak memadai. Rekayasa web berkaitan dengan prinsip, metode, dan alat untuk mengidentifikasi, mendesripsikan, memvalidasi dan mengelola kebutuhan dalam pengembangan sistem. Aplikasi web saat ini membutuhkan pendekatan yang sistematis maka proses kematangan rekayasa web ini sangat penting. Kebutuhan untuk pengembangan sistem yang sukses bertahun – tahun berbagai standar, pendekatan, model, deskripsi bahasa, dan alat – alat yang muncul maka industri perangkat lunak masih terus mengembangkan untuk kebutuhan mendatang.

Rekayasa web untuk memenuhi tujuan, jadwal, anggaran dan kualitas untuk pengembangan aplikasi web maka kebutuhan yang demikian sering di dokumentasikan dan dikelola dengan cara yang sistematis.

Baca lebih lanjut

Istilah dalam Web engineering

Website Engineering

Model rekayasa perangkat lunak untuk pengembangan aplikasi web sehingga dapat mempunyai kualitas tinggi yang tinggi.

Hypermedia engineering

Dokumen yang nonsekuensial serta nonlinear yang dapat berupa artikel, dokumen, file, kartu, halaman, frame, layar yang dihubungkan secara link antara satu dengan lainnya yang dapat dipergunakan untuk keterlibatan media.

Document engineering

Sintesis dari dokumen – dokumen dari informasi sebuah analisis system, analisis proses bisnis untuk memastikan bahwa dokumen tersebut masuk akal untuk orang yang membutuhkan penjelasan dari isi dokumen tersebut. Pada umumnya konteks rekayasa dokumen mengacu pada potongan informasi yang terdapat pada aplikasi computer atau layanan web.

Content engineering

Suatu rekayasa yang berurusan dengan isu – isu seputar penggunaan konten yang ada di lingkungan internet yang berguna untuk pengembangan perangkat lunak. Kontent tersebut menjembatani antara kelompok produksi content dan departemen teknologi lebih berorientasi tentang isu – isu yang beredar.

Internet software engineering

Mencakup kontribusi dari brebagai bidang system analisis dan desain, rekayasa perangkat lunak, rekayasa perangkat lunak, hypermedia / hypertext rekayasa, rekayasa persyaratan, interaksi manusia-komputer, user interface, rekayasa informasi, informasi pengindeksan dan pengambilan, pengujian, pemodelan dan simulasi, proyek manajemen, dan desain grafis dan presentasi.